"Damailah denganmu!
Anak-anaku yang tercinta, terima kasih atas kehadiran kalian disini malam ini. Aku senang karena kalian menanggapi panggilan aku untuk doa dan pertobatan.
Pada malam ini, aku memohon kepada kalian agar hidup dalam damai dan persatuan di keluarga-kalyan.
Anak-anaku yang tercinta, kalian harus sangat bersatu, karena ketika kalian bersatu Allah ada disana. Aku berdoa ke Allah supaya Dia memberikan karunia cinta dan damai kepada kalian.
Anak-anaku yang tercinta, ucapkan banyak doa untuk pertobatan dosa-dosa. Banyaklah orang-orang yang tersesat dalam dosa dan membuat hati aku berdarah.
Doakan, doakan, doakan, dan hidup untuk pekerjaan Allah. Yesus ingin menyelamatkan kalian dari segala kejahatan. Dengariku: Dia mati untuk menyelamatkan kalian dari kematian abadi. Melalui Pengorbanannya yang Kudus itu kalian telah diselamatkan. Oleh karena itu, anak-anaku yang tercinta, semoga luka-luka Putra aku Yesus menjadi cara bagi setiap kalian untuk mendapatkan keselamatan abadi. Hormatilah mereka dalam hidup kalian, dan semua akan milik Allah. Aku memberkati kalian semua: atas Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin. Sampai jumpa!" Segera setelah itu, Dia melanjutkan dengan mengatakan:
"Aku bersatu dengan setiap kalian melalui doa. Selalu bersatu denganku, melalui Konserasi yang dilakukan kepada Hati Tak Bernoda aku."
CATATAN: Bunda muncul memegang bendera Brasil dengan kasih sayang dan meminta kami berdoa pada 12/10/97 untuk tanah air kita.