"Aku adalah Malaikatmu--Alanus. Aku datang untuk memuji Yesus. Yesus ingin aku membawamu ke tepi kekal agar kamu dapat menyaksikan dengan akurat segala yang ada di dunia selanjutnya bagi jiwa-jiwa."
Tiba-tiba, mistis, terasa seperti berdiri di tepi Surga. Malaikat berkata, "Lihatlah, disini semua adalah damai untuk setiap hati yang dalam cinta murni. Kamu tidak perlu berpikir tentang dosa pada saat ini atau berikutnya. Tidak ada dosa. Tidak ada masa kini atau waktu mendatang. Semua menjadi satu di Sekarang Abadi."
Terasa seperti melihat warna-warna yang belum pernah diketahui--campuran indah dari warna dalam kekayaan besar. Alanus lalu berkata, "Setiap bunga yang kamu inginkan untuk dihidang--hanya pikirkan dan kamu akan merasakan baunya. (Aku berpikir tentang kacang manis.) Setiap makanan yang kamu keinginan, kehendak itu akan terpenuhi tanpa harus makan. Ketika kamu berpikir pada Yesus, Dia akan berada disampingmu; begitu pula dengan Santa Perawan Maria. Tidak ada ruangan di sini--semua adalah dimana-mana--konsep yang jiwa tidak dapat memahami di dunia. Jika kamu memuji Allah sekali, pujian itu menggetarkan seluruh Surga selama kekal."
"Kembali dan ceritakan kepada semua apa yang kamu lihat dan alami."